Pembalap tim Repsol Honda, Marc Marquez menyayangkan kegagalannya mengaspal di Sirkuit Mandalika. Pembalap berjuluk The Baby Allien ini mengaku mengalami kesulitan sepanjang MotoGP Indonesia 2022.
- Pembalap tim Repsol Honda, Marc Marquez menyayangkan kegagalannya mengaspal di Sirkuit Mandalika. Pembalap berjuluk The Baby Allien ini mengaku mengalami kesulitan sepanjang MotoGP Indonesia 2022.
Iklan – Artikel dilanjutkan di bawah
Sekadar informasi, pembalap berkebangsaan Spanyol ini mengalami kejadian tak mengenakkan selama memacu motornya di Sirkuit Mandalika sejak sesi latihan bebas. Dia mengalami crash sebanyak empat kali yang mengejutkan banyak orang.
Kecelakaan terparah dialami oleh Marquez saat sesi pemanasan. Dia mengalami highside yang mengakibatkan dirinya terpental keras, sementara kuda besi RCV213V miliknya rusak parah.
Akibat kecelakaan tersebut, Marquez pun dilarikan ke Rumah Sakit di kawasan Mataram untuk penanganan lebih lanjut. Setelah beberapa menit, dia dinyatakan tidak dapat mengikuti balapan karena kondisinya tidak memungkinkan.
Iklan – Artikel dilanjutkan di bawah
Marquez pun mengaku tak bisa berbuat banyak. Dia menilai tim Repsol Honda memang tak bisa berbuat banyak mengenai motornya sejak awal hingga akhir MotoGP Indonesia 2022
“Mau bagaimana lagi? Akhir pekan ini bukan milik kami. Kami mengalami kesulitan dan menghadapi masalah sejak awal,” kata Marquez.
Marquez kemudian menyebut kecelakaan tersebut merupakan salah satu yang paling besar sepanjang kariernya. Dia pun menganggap keputusan tak balapan sudah tepat.
“Saya mengalami kecelakaan yang besar di sesi pemanasan, dan mungkin salah satu yang terbesar yang pernah saya alami. Saya kemudian ke rumah sakit setempat. Meski tak cedera parah, saya diputuskan tak boleh balapan. Sangat disayangkan, tetapi ini adalah keputusan terbaik,” ujarnya.
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar