Oki Setiana Dewi mendadak menjadi perbincangan publik lantaran salah satu isi ceramahnya tentang rumah tangga. Dalam ceramah yang pertama menyebar di Twitter pada Kamis (3/2/2022) itu, Oki Setiana Dewi dianggap menormalisasi kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).
Jauh sebelum kasus ini ramai, Oki rupanya juga pernah hampir diboikot lewat petisi yang berjudul 'Stop Tayangan Ustadzah Karbitan di TV-Mempertanyakan Status Ummul Quro Oki Setiana Dewi' di Change.org yang digalang atas nama Komunitas Peduli Muslimah di Inggris.
Iklan – Artikel dilanjutkan di bawah
Dalam isinya, si pembuat petisi meminta agar gelar Ustazah yang diberikan salah satu acara televisi kepada Oki dicabut. Desakan pencabutan gelar Ustazah kala itu karena publik menilai Oki Setiana Dewi tak memenuhi kapasitas.
Sementara itu, salah satu poin yang tertulis dalam petisi tersebut menyebutkan kalau kakak Ria Ricis itu mematok bayaran selangit untuk sekali ceramah. Dikatakan bahwa minimal budget yang diperlukan lebih dari Rp10 juta untuk sesi 1-2 jam ceramah.
Disebutkan, harga tersebut belum termasuk request pesawat business class, hotel berbintang dan mobil transportasi dari dan menuju bandara yang di-request harus merek tertentu.
Namun, sayangnya hingga isu itu berlalu, Oki Setiana Dewi memilih bungkam soal isu dirinya yang memasang tarif mahal untuk sekali ceramah.
0 komentar:
Posting Komentar