Polemik Warkopi yang dianggap plagiat dan tak beretika lantaran tak meminta izin ke Warkop DKI berdampak serius ke personel grup yang mirip Indro, Dono dan Kasino tersebut.
Alfin Dwi Krisnandi, Alfred Dimas Kusnandi dan Sepriadi Chaniago di-bully habis oleh netizen. Alfin Dwi Krisnandi bahkan merasakan takut dan trauma setelah mendapat respons miring terkait kehadirannya ke ruang publik.
Alfin mengatakan dampak hujatan yang dilontarkan netizen juga dirasakan keluarganya. Namun dia mencoba menenangkan pihak keluarga agar tak semakin larut dalam kesedihan.
"Kalau takut sih pasti ada ya kak, saya sempat down, netizen bilang gimana gimana, terutama keluarga kita mungkin ya tapi di sana coba tahan 'Ma udah nggak apa-apa kita juga Insya Allah kuat lah ngadepinnya'," tutur Alfin kepada media, Jum'at (24/9/2021).
Iklan – Artikel dilanjutkan di bawah
Lebih parahnya, kritikan netizen juga mengandung ucapan kasar yang ditujukan kepada tiga pemuda tersebut. Alhasil mereka membatasi untuk membaca komentar pedas guna menghindari trauma mendalam.
"Banyak ya saya sampai nggak berani baca takutnya kami bertiga down, bawa nama-nama keluarga saya. Ya saya disebut bahasa kasar lah," ujarnya lagi.
Meski demikian, Alfin mengaku sebagai salah satu fans berat Warkop DKI. Alasan tersebut diduga menjadi pemicu untuk tetap optimis melanjutkan langkahnya membuat konten parodi Warkop DKI.
Iklan – Artikel dilanjutkan di bawah
"Ngefans dari SD saya nontonin Warkop DKI walaupn sama Emak saya dilarang dan katanya ada adegan-adegan apalah gitu kan tau sendiri kan. Cuma ya lucu aja, diulang ulang ya ketawa aja," ujarnya.
Warkopi secara resmi telah meminta maaf ke Warkop DKI. Namun, mereka tak mau disebut tak beretika lantaran sudah mencoba meminta izin.
"Ada 4 poin yang ingin kami sampaikan. Pertama surat permintaan maaf terbuka untuk om Indro juga lembaga Warkop atas kegaduhan yang udah terjadi. Kami minta maaf yang sebesar-besarnya apabila dianggap melukai, mencederai ataupun membuat kegaduhan dan menyinggung," ujar Humas Patria TV, Aly Julys yang menaungi Warkopi.
Iklan – Artikel dilanjutkan di bawah
"Kedua, kami ingin mengklarifikasi tentang apa yang disampaikan om Indro dan lembaga Warkop melalui mbak Hana, di sana ada kata-kata tidak beretika, tidak minta izin dan sebagainya, kami klarifikasi karena stigma negatif udah di sekitar kami. Perihal kok gak ada babibu, main upload aja, Warkopi muncul tanpa minta izin. Hal itu tidak 100% tepat karena kami melalui Patria TV sudah melakukan kontak terlebih dulu jauh hari sebelum konten Warkopi ini naik, sekitar pertengahan Agustus," ucapnya.
"Hampir satu bulan kita menunggu, jadi nggak bisa dibilang nyelonong sih. Kita menunggu baik-baik, bertanya maksudnya gimana kita menunggu sampai dia benar benar nggak ada, kita harus gimana," ujar Aly Julys.
"Akhirnya kita coba publish itu. Itu pun bukan berarti melawan atau sok tahu sih nggak, tapi publish itu sebagai pancingan gitu. Kalau memang salah pasti sudah ditegor, eh ini nggak nih ya udah jadi kita lanjut."

0 komentar:
Posting Komentar