a
Jumat, 02 April 2021

Curhat Pilu Irfan, Pasca Ditinggal 5 Anggota Keluarga Tewas di Tragedi Sriwijaya Air: Rindu ya Allah

 Tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 masih menyisakan kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkan.



Tak terasa, tiga bulan sudah tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 berlalu.


Namun meski begitu, kesedihan dan kehilangan masih begitu dirasakan oleh Irfansyah salah satu keluarga korban


Bagaimana tidak, Irfansyah kehilangan lima anggota keluarganya sekaligus dalam tragedi Sriwijaya Air 9 Januari 2021 lalu.


Diketahui Irfansyah kehilangan ayah, ibu, kakak, dan kedua keponakannya atas tragedi ngeri itu.


Kini tiga bulan sudah, Irfansyah berjuang untuk bangkit dari kesedihannya.





Kenangan Irfan bersama kelima anggota keluarganya sebelum tragedi Sriwijaya Air (Instagram/irfansyah_riy)

Tak jarang untuk mengobati rasa rindunya, Irfansyah mengunggah foto kenangannya bersama orang-orang terkasih.


Terhitung ada empat postingan Irfansyah yang membuat publik ikut terharu.


Di bulan Februari, Irfansyah tampak mengunggah foto liburan dirinya bersama keluarga.


Tampak foto tersebut Irfansyah menikmati liburan bersama ayah, ibu, kakak dan kedua keponakannya yang sengaja datang berlibur ke Bandung.


Terlihat senyum bahagia mewarnai keluarga Irfansyah.


Sementara itu, masih di Bulan Februari, Irfan kembali mengunggah foto keluarganya.


Tampak kedua orangtua Irfan mengikuti acara sedekah Akbar Indonesia yang digelar Irfan dan rekan-rekannya.


Dalam keterangan foto, Irfan mengaku bersyukur lantaran sang ibunda sempat menghadiri acara tersebut.


“Alhamdulillah Allah ijinkan mama ikut hadir membersamai sedekah akbar ini


Masih keingat bagaimana mama terharu liat event ini disukseskan Allah


Terima kasih ya Allah engkau telah hadirkan ibu terbaik didalam hidup ini


Sayangi mereka ya Allah sebagaimana mereka menyangiku swaktuku kecil.” tulis Irfansyah.



Sedangkan di Bulan Maret, Irfan kembali mengunggah foto mendiang ayah dan ibundanya.


Tampak sang ayah dan ibu begitu serasi dengan busana batik di sebuah acara.


Namun rupanya, di balik foto itu terselip kepedihan Irfan lantaran kedua orangtuanya itu tak bisa menghadiri pernikahan salah satu kerabat mereka.


Irfan mengaku ayah dan ibu sempat janji akan datang ke acara pernikahan itu.


Namun takdir berkata lain, keduanya justru berpulang sebelum bisa menghadiri acara tersebut.



Mendiang kedua orangtua Irfansyah (Instagram/irfansyah_yn)

“Bapak dan mama….


Kmren sebelum naik pesawat


Bapak dan mama janji akan datang lg ke bandung utk hadiri acara akad nikah bakti dan indri hari ini


Tapi Allah punya rencana terbaik buat kalian


Insya Allah kalian menyaksikan akad ini di jannahnya Allah


Ya Allah sampaikan doa terbaikku kepada mereka


Sampaikan kepada mereka klo anaknya rindu sama mereka ya Allah.” tulis Irfansyah lagi.


Sementara itu terbaru, Irfan rupanya tak bisa menyembunyikan rasa rindunya pada sang sang ibunda.


Pria yang diketahui bersahabat dekat dengan Rizal Armada ini mengungga sebuah video pendek.


Ia lantas menuliskan kalimat penuh haru.


“Ibu,


Mudah-mudahan sekarang engkau sedang tersenyum menghadap Allah.” tulisnya.


Sementara itu, pencarian black box pesawat Sriwijaya Air SJ182 akhirnya menemukan hasil.


Ya, black box pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, 9 Januari 2021 akhirnya berhasil ditemukan.


Kabar itu disampaikan Adita Irawati, juru bicara Kementerian Perhubungan RI saat dikonfirmasi Tribunnews pagi ini, Rabu (31/3/2021).


“Iya sudah ditemukan, nanti jam 11 diumumkan,” ungkap Adita, TribunNewsmaker.com kutip dari Tribunnews.com BREAKING NEWS Black Box Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Ditemukan


Black box yang ditemukan ini berisi berisi cockpit voice recorder (CVR) atau rekaman percakapan pilot pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.



Ilustrasi penerbangan dalam cuaca kurang bersahabat (pikist.com)

Adita belum bersedia membeber lebih jauh ihwal detil penemuan black box pesawat Sriwijaya Air SJ182 tersebut. “Nanti akan diumumkan,” ujarnya.


Cerita Menhub Budi Kronologi dan Lokasi Ditemukannya Black Box CVR Sriwijaya Air SJ 182


Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menceritakan kronologi singkat ditemukannya black box cockpit voice recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air penerbangan SJ-182.


Menhub Budi mengatakan, bahwa pihaknya bersama Basarnas, KNKT, TNI serta Polri terus melakukan pencarian CVR secara intensif dan mendetail.



Ilustrasi black box – Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi memeriksa kondisi bagian dari kotak hitam (black box) pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 yang telah ditemukan oleh tim SAR gabungan di KR Baruna Jaya I, di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Kamis (1/11/2018). Bagian dari kotak hitam tersebut diserahkan ke pihak KNKT untuk dilakukan investigasi lebih lanjut. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Sehingga, pada Selasa (30/3/2021) malam, black box CVR Sriwijaya Air itu berhasil ditemukan.


Hal itu disampaikan Menhub Budi Karya saat mengumumkan temuan CVR Sriwijaya Air di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (31/3/2021).


“Kita memang lakukan (pencarian CVR, red) dengan sistematis dan Alhamdulillah semalam jam 20.00 WIB, ditemujan dari tempat yang tidak jauh ditemukannya FDR,” kata Budi Karya.


Budi pun melaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal penemuan black box cockpit voice recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air penerbangan SJ-182. 


“Secara teknis, penemuan ini sudah dilaporkan ke kami dan kami sudah lapor ke presiden bahwa ini sudah ditemukan,” kata Budi.


Selain itu, Menhub Budi juga telah menyampaikan kepada Presiden bahwa CVR akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).


Tentunya, untuk ditindaklanjuti terkait jatuhnya pesawat dengan rute penerbangan Jakarta-Pontianak itu.


Budi menjelaskan, data yang ada di CVR akan melengkapi data-data yang sebelumnya telah diperoleh dari black box berisi flight data recorder (FDR) yang ditemukan sebelumnya.


“Flight data recorder itu akan paripurna apabila dilakukan suatu penggabungan apa yang tejadi di kokpit yaitu pembicaraan antara pilot dan kopilot dan itu akan melengkapi data dari FDR,” jelas Budi. (TribunStyle.com/Octavia Monalisa)




Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Curhat Pilu Irfan, Pasca Ditinggal 5 Anggota Keluarga Tewas di Tragedi Sriwijaya Air: Rindu ya Allah

0 komentar:

Posting Komentar